Flight Attendant Life, And How I Get It #1

Jadi pramugara ? Mustahil sih, kenapa gua bilang mustahil ?

This is it !!!! Rusliandi 2012 version hahahahahhahaha



As you can see, betapa kurang gizinya gua saat itu, but show must go on. Me in the picture, seusai lulus SMK tahun 2012 gua langsung dapet kerja di salah satu department store di daerah Pondok Gede. At that time I was so lucky (itu yang kepikiran sampe sekarang sih) fresh graduate bisa langsung dapet kerjaan dengan UMR saat itu 1,4jt-an. Singkat cerita gua dapet kepercayaan buat kerja disana sampai kurang lebih 3 tahun sebagai Cashier dan mutasi ke cabang Revo Town Bekasi jadi Entry Data for 2 years and diangkat karyawan tetap. Jadi dihitung-hitung gua kerja disana 5 tahunan sampai pada saaatnya Dreams Come True.

My First trial to move to other company it was on 2016, awalnya cuma kepikiran gua udah terlalu lama diam ditempat yang sama dan mesti pindah untuk self improvement. Waktu itu punya sedikit skill English tapi gabisa improve karena lingkungan kerja yang gak memungkinkan. Akhirnya mutusin mau pindah ke perusahaan multinational biar English gua bisa improve. Coba-coba googling dan accidentally gua jatuh hati sama website http://careers.qatarairways.com/qatarairways/vacancysearch.aspx

Gak pernah ada niat buat ikutan jadi Flight Attendantnya mereka karena sampe tahun 2016 pun gua masih sadar diri (gua jelek) hahahaha, finally coba apply buat Customer Service Agent dengan base kerja di Doha, Qatar. Iseng2 berhadiah eh dapet telepon kalo gua shortlisted untuk ikutin tahap selanjutanya (Assessment Day), akhirnya coba dateng dan ikutin proses interview dan dari ratusan kandidat guw masuk sampe final interview (ga nyangka).

Semua kegiatan interview untuk CSA Qatar Airways kelar seharian, puas banget waktu itu karena ga disangka-sangka anak kampung ini bisa bersaing sama anak-anak kota yang ijazahnya S1 dari Universitas terkemuka di JABODETABEK. Seperti ngelamar kerja biasanya, setelah kelar final interview nunggu email atau golden call. 

2 Minggu gua tunggu-tunggu tak satupun email atau telpon datang, padahal udah ada beberapa temen gua yang dapet kabar kalau mereka lolos dan masuk ketahap medical check up sebelum visa kerjanya bisa diurus.Galau, aku galau... Serasa di PHP-in maskapai internasional. 

"Masa iya sih gua ga lolos ?"
"Harusnya kalo emang ga lolos kabarin dong, udah 2 minggu lebih nih !"
"Lolos kek ya Allah"
"Sabar ya, kita mesti yakin kalo kita lolos"
"Sabar ya, gua yakin koq kalian lolos, cuma emang dikabarinnya beda2 kali ya. Semangat ya see you there !"

Isi group WhatsApp gua saat itu. Hahaha... Namanya manusia ya, liat temen gagal sedih tapi lebih sedih lagi liat temen sukses. Hahahaha... 

And finally, pagi-pagi gua terbangun karena ada VIP mail yang masuk. "Centring.....Centring"
Buka email tangan gemeteran, pas dibuka......
GAGAL !!!!

Tanpa pikir panjang gua langsung telpon orang toko and izin "Mbak saya gabisa kerja hari ini, ga enak badan"

Bersambung...




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Seorang Praktisi PR

Pentingnya Penguasan Public Speaking Bagi Public Relation Officer

PROLOG YANG KETINGGALAN